Apa Technopreneurship itu?
Secara umum, Technopreneurship adalah usaha untuk memulai dan
mengembangkan perusahaan teknologi yang memanfaatkan perkembangan
teknologi dan akan memberikan dampak yang besar kepada dunia. Namun
menurut 101entrepreneurship, technopreneurship adalah gabungan dari dua
kata, yaitu technology dan entrepreneurship. Secara singkat, keahlian
yang dibutuhkan tak lagi hanya wirausaha tetapi juga pengetahuan akan
teknologi mutakhir. Meski begitu, istilah ini bisa dibilang baru dan
kian populer bersama dengan berkembangnya teknologi. Kalau kamu merasa
seseorang yang cerdas, inovatif, suka teknologi, dan berani mengambil
risiko, menjadi seorang technopreneur bisa jadi sesuai untukmu.
Peluang Technopreneurship di Indonesia
Jika menilik dari sumber daya serta potensi pasar yang ada, Indonesia
memiliki peluang yang besar di bidang technopreneur. Peluang
kebermanfaatan teknologi ini bisa dilihat dari jumlah pengguna
smartphone yang setiap tahun semakin bertambah serta perilaku konsumtif
yang sulit terkendali. Adapun jika dilihat dari segi pendanaan dan
investasi, saat ini beberapa investor dunia tercatat sudah mulai
menunjukkan ketertarikkannya untuk menanamkan modal dalam jumlah besar.
Contohnya, Softbank yang saat ini menanamkan investasi jutaan dollar
Amerika Serikat ke Tokopedia dan beberapa startup lainnya. Kemudian ada
juga investor lokal dari Djarum group yang mendukung pendanaan startup
e-commerce Blibli.com. Kondisi tersebut tentu menjadi sinyal positif
yang bakal memperlanjar para technopreneur untuk mengembangkan idenya.
Berikut adalah
beberapa nama yang telah sukses berkecimpung di dunia technopreneur. Beberapa
nama di bawah ini mungkin terdengar asing di telinga kita, tetapi saya yakin
kalian tidak asing dengan website / aplikasi yang mereka jalankan.
1. Andrew
Darwis – Kaskus
Pria
kelahiran tahun 1979 ini merupakan pendiri dari forum online terbesar di
Indonesia yakni Kaskus. Kaskus dikelola oleh PT Darta Media Indonesia. Andrew
sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media
Indonesia sekaligus pemilik Kaskus Network. Andrew awalnya berkuliah di Universitas
Bina Nusantara dengan jurusan Sistem Informasi.
Andrew
melanjutkan pendidikannya di Art Institute of Seattle, Amerika dan mengambil
jurusan Multimedia & Web Design karena ia merasa kesulitan menemukan
universitas yang cocok di Indonesia. Kemudian ia melanjutkan masternya di
jurusan Master of Computer Science, masih di universitas yang sama yaitu
Seattle University. Andrew mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Saat sedang
menimba ilmu di universitasnya itu, ia ditugaskan oleh dosen untuk membuat
program dari free software, dari situlah mulai muncul ide membuat website
dengan nama Kaskus.
2. Nadiem
Markarim – GO-JEK
GO-JEK
adalah sebuah perusahaan teknologi yang memberikan jasa angkutan. Perusahaan
ini berasal dari Indonesia dan didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem
Makarim. Aplikasi GO-JEK telah diunduh sebanyak lebih dari 750 ribu kali di Google
Play yang tersedia pada sistem Android.
Layanan
yang disediakan oleh GO-JEK pun beragam, mulai dari GO-RIDE, GO-CAR, GO-FOOD,
GO-MART, GO-SEND, GO-BOX, GO-TIX, dan GO-MED. Jasa GO-JEK dapat dinikmati di berbagai
wilayah di Indonesia. Layanan GO-JEK tersebar di 25 kota besar di Indonesia,
antara lain: Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
3. Achmad
Zaky - Bukalapak
Pria
kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 24 Agustus 1984 ini merupakan CEO sekaligus
pendiri dari website marketplace bernama Bukalapak. Ia merupakan lulusan teknik
informatika dari Institut Teknologi Bandung. Selepas lulus dari ITB, Achmad
Zaky membangun Suitmedia, perusahaan jasa konsultasi teknologi. Zaky juga membuat
sebuah website yang merupakan proyek internal dari sebuah perusahaan. Proyek
itulah yang menjadi asal muasal bukalapak.com.
Bukalapak
sendiri berdiri sejak tahun 2010. Bukalapak awalnya didanai dari dana pribadi
para pendirinya karena hampir semua investor yang ditemuinya menolak penawaran
yang diajukan oleh Zaky. Namun seiring berjalannya waktu, Bukalapak mulai
dilirik beberapa investor hingga sekarang ada lebih dari 500 startups yang mau
menjadi investor di Bukalapak. Penghasilan bersih Bukalapak pun sekarang
mencapai Rp 20 miliar untuk setiap bulannya.
4. Ferry
Unardi – Traveloka
Traveloka
merupakan perusahaan yang menyediakan layanan untuk pemesanan tiket pesawat dan
hotel secara online. Ferry Unardi, merupakan salah satu pendiri traveloka yang
juga menjabat sebagai CEO. Ferry mendirikan Traveloka bersama dua rekannya
yaitu: Derianto Kusuma, dan Albert pada tahun 2012. Ide untuk membangun
Traveloka muncul disaat Ferry merasa kerepotan ketika harus membeli tiket
pesawat untuk pulang ke Padang dari Amerika Serikat.
Pada
mulanya, traveloka hanyalah alat untuk membandingkan harga tiket pesawat
sehingga memudahkan orang untuk mendapatkan tiket pesawat yang paling murah.
Pada tahun 2013, Traveloka menyediakan jasa pemesan tiket melalui webnya. Mulai
tahun 2014, Traveloka semakin berkembang dengan memberikan pelayanan pemesanan
kamar hotel.
5. Jason
Lamuda – Berrybenka
Pada
Agustus 2008, Jason memulai karirnya di McKinsey & Company sebagai Business
Analyst. Setelah keluar dari McKinsey & Company, ia kemudian mendirikan
Disdus bersama Ferry Tenka. Setelah sukses membangun Disdus, Jason lalu
mendirikan usaha baru lagi dari nol bernama BerryBenka. Berrybenka.com
merupakan website belanja online fesyen dan kecantikan di Indonesia. Berrybenka
menjual lebih dari 1000 merek baik merek lokal maupun merek internasional,
termasuk produk in-house.
Beberapa saat
kemudian setelah BerryBenka didirikan, BerryBenka mengalami kemajuan yang cukup
pesat. Kini, BerryBenka memiliki anak perusahaan bernama HijaBenka yang menjual
busana muslim. Selain itu, sekarang BerryBenka juga terdapat dalam bentuk
mobile sehingga memudahkan pemesanan melalui handphone atau gadget android
lainnya.
6. William
Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison – Tokopedia
William
Tanuwijaya merupakan pria kelahiran Pematang Siantar, 18 November 1981. Ia
adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Bina
Nusantara (BINUS). Ia bersama Leontinus Alpha Edison merupakan pendiri dari
situs Tokopedia. Sebelum mendirikan Tokopedia, William bekerja sebagai software
developer di beberapa perusahaan selama 10 tahun. Kemudian terbesit di
pikirannya untuk mempunyai perusahaan sendiri.
Pada tahun
2007, William Tanuwijaya menjadi moderator dalam forum online Kafegaul yang
mempunyai fasilitas jual beli. Ia kemudian mengajak temannya yang bernama Leontinus
Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia. Untuk membangun Tokopedia dibutuhkan
modal yang besar. Oleh karena itu, mereka kesana kemari memperkenalkan ide
bisnis tersebut. Banyak yang meragukan kemampuan William dan prospek dari
Tokopedia. Tapi beberapa orang mempercayainya. 2 tahun kemudian, tepatnya tahun
2009, Tokopedia pun resmi berdiri.
0 komentar:
Posting Komentar